Cerita tentang Jatuhnya Pesawata Lion Air JT-610 terus berlanjut. Kali ini cerita itu datang dari Rukhamah, warga Kecamatan Bumiayu sepertinya sangat bersyukur. Perempuan tersebut bersyukur lantaran anaknya selamat dari kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018 pagi (kumparan.com, 29/10).

Dilansir dari kumparan.com, Rukhamah menceritakan Senin pagi sebelum kecelakaan, anaknya sudah memiliki jadwal keberangkatan bersama pesawat Lion Air JT 610 tersebut. Namun hal tersebut batal terjadi, lantaran anaknya terjebak macet saat perjalanan.


Tujuan keberangkatan Miftakhul ke pangkalpinang untuk bekerja di bagian teknik bandara di pangkalpinang.

Bahkan sebelumnya, Miftakhul sempat berkomunikasi dengan ibunya. Rukhamah menuturkan, anak keempatnya tersebut juga beberapa kali meminta doa kepada orang tuanya jelang berangkat ke Pangkalpinang.

Ternyata Tuhan masing memberikan umur panjang terhadap Miftakhul yang mengalami keterlambatan akibat macet sehingga tidak ikut terbang bersama Pesawata Lion Air JT-610.


"Selama di pesawat dalam perjalanan itu dia menangis terus. Beruntung masih dikasih umur panjang. Skenario Allah membuat jalan macet 10 menit sangat menentukan dan luar biasa," ujar Rukhamah Ibunda Miftakhul (kumparan, 29/10).

Mari terus berdoa untuk seluruh korban dan juga untuk keluarga semoga terus dikasih ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan oleh para korban. dan semoga tidak adalagi kejadian serupa terulang dikemudian hari.