"Makanan sudah siap, cepat cuci tangan sana" kalimat si istri.
Awalnya suami hanya diam saja kemudian berucap begini setelah menikah 5 tahun, ucapan manis dan romantis juga hilang. Setiap hari sebelum kerja melihat itu dan pulangnya lihatnya juga sama sehingga Kalimat menyindir keluar.
"Lelahnya makan nasi setiap hari, ibarat makan butuh variasi bahkan bos saja dengar-dengar menikah lagi. Yah, kalau dipikir-pikir benar juga ya, kalau setiap hari lihatnya itu dan itu terus bosan juga". Ucapan suaminya

Mendengar hal tersebut jawaban istrinya tenang tapi menyentuh hati terdalam.
"Jika ada wanita lain lebih cantik dan mau ngajak nonton film bareng, ya silahkan"
"Suruh dia datang mengurus dulu anak-anak, nanti aku yang bayarin". Jawaban istrinya membuatnya terdiam.
"Yah, memang wanita di luar sana cantik karena dandanannya modalnya besar. Setiap hari bisa perawatan terus. Biaya tak murah tetap di bayar sedang aku cuma dapat uang cukup untuk makan dan beli susu. Nasib ya jadi istri seperti ini. Kalau mau cari istri yang cantik dan muda, silahkan. Aku dan anak akan pindah. Jangan lupa suruh dia urus kamu dan orang tuamu, aku ingin melihat apakah 5 tahun kemudian ia betah atau tidak".
Merasa dapat Omelan suaminya hanya terdiam saja dan mulai berpikir sambil mendengarkan ucapan istrinya. "Banyak suami yang tidak berterimakasih sudah diurus, seharusnya disediakan pembantu malah mau nikah lagi. Harusnya bisa jalan-jalan terus makan enak. Kamu gak bisa kasih fasilitas itu, jangan salahin istri jika jelek dan tua karena gak pernah diurus. Tiap hari tahunya ngurusin keluarga. Pikirkan apa yang sudah kamu beri untuk istrimu ini?" Sambil menangis.
Mendengar semuanya suaminya benar-benar hanya bisa diam dan merasa bersalah atas ucapan pada istrinya.

Sungguh perkara rumah tangga seharusnya dibicarakan malah dipersulit oleh suaminya karena tampilan pendamping hidupnya berubah. Padahal istri harusnya diperhatikan bukan malah disia-siakan.